Napak Tilas dan Perkawinan Budaya (1)

kari ayamOleh: Kartika Indah Permata, Mahasiswa S2 Jurusan TESL, EFLU, India

Ketika duduk dibangku SMP dan belajar tentang peradaban di India serta menjelajahi napak tilas di lembaran-lembaran awal abad perjalanan sejarah Indonesia, tidak terpikirkan oleh saya bahwa sebenarnya Indonesia dan India memiliki banyak persamaan dan hubungan yang erat akibat dari interaksi yang telah terjalin sejak lama. Persamaan tersebut baru benar-benar saya sadari dan nyata terlihat di depan mata setelah setahun lamanya tinggal di India.
Salah satu sisi yang menarik untuk diintip dan tidak habis-habisnya dieksplor adalah persamaan di ranah kuliner. Ketika benang merah ditarik lebih jauh, kuliner adalah produk berorientasi rasa, aroma, dan estetika yang berasal dari kombinasi antara filosofi dan nilai-nilai kearifan lokal serta budaya setempat dengan material fisik yang diaktualisasikan dalam bentuk masakan. Beberapa juga menganggap bahwa kuliner adalah bagian dari seni. Akan tetapi, yang terpenting adalah kuliner merupakan salah satu bukti produk budaya dan jejak persilangan budaya Indonesia-India ini bisa terlihat dari masakan-masakan Nusantara yang mungkin tidak asing lagi di telinga kita. Sebagai contoh, kari adalah masakan khas Indonesia yang bisa kita temukan hampir diseluruh penjuru kota. Seni pengolahan dan penghidangan kari inipun terasimilasi dengan apik dan menghasilkan cita rasa yang berbeda antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lainnya di Indonesia. Tetapi sadarkah kita bahwa ternyata kari ini berasal dari tanah Hindustan? Kari sendiri berasal dari bahasa Tamil di wilayah India Selatan yang berarti saus pedas yang berisi campuran berbagai macam masakan sayur-sayuran dan daging. Tidak hanya populer di Indonesia, kari juga ternyata populer di belahan benua yang lain seperti Inggris dan beberapa negara di Eropa.
Elemen lainnya yang bisa menjadi parameter untuk menangkap persamaan antara Indonesia dan India adalah seni tari. Dalam bidang seni tari, Aparajita Sarma, Guru Tari di Pusat Kebudayaan India Bali mengatakan bahwa seni tari dari Bali memiliki beberapa kesamaan dengan tarian khas India Selatan, contohnya gerakan mudra yang umumnya terdiri dari gerakan atau sikap tangan dan anggota tubuh lainnya. Mudra sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya lambang atau segel. Secara terminologi, mudra berarti gestur atau sikap tubuh yang bersifat simbolis atau ritual dalam Hinduisme dan Buddhisme.
Fakta tersebut secara tidak langsung menunjukkan bahwa Tanah Gandhi dan Bumiputera juga terikat oleh indikator lainnya, yaitu bahasa. Contoh yang paling jelas adalah kata ‘bahasa’ itu sendiri dalam Indonesia yang diserap dari bahasa Sansekerta ‘bhāṣa. Masih banyak kosakata lainnya dalam bahasa Indonesia yang disadur dari bahasa klasik India ini, seperti kata baca (vaca), bupati (bhūpati), dirgahayu (dīrghāyuṣa), dan lain-lain. Kurang lebih, ada 800 kosakata dalam bahasa Indonesia yang diambil dari bahasa Sansekerta. Bukti lainnya adalah keberadaan aksara Jawa Modern yang kerap kita kenal dengan aksara Hanacaraka. Ternyata, aksara ini merupakan simplifikasi dari aksara Kawi (aksara Jawa Kuno) dimana aksara Kawi berasal dari aksara Pallawa. Aksara Pallawa itu sendiri merupakan aksara yang berasal dari India bagian selatan.
Beberapa contoh tersebut merupakan sedikit dari banyak fakta terkait persamaan antara Indonesia dan India yang bisa menjadi bukti bahwa perkawinan budaya antara kedua negara yang berada di kawasan Asia tersebut memang benar-benar terjadi. Perkawinan budaya inilah yang menelurkan akulturasi budaya dan menghasilkan produk-produk dalam sistem sosial masyarakat, khususnya di Indonesia, sebagaimana yang bisa kita saksikan saat ini. Pertanyaan yang mungkin muncul di benak kita selanjutnya adalah, bagaimana awal mula kontak antara kedua negara ini terjadi dan seberapa intens hubungan yang telah terjalin sehingga jejak interaksi tersebut masih kental terlihat hingga saat ini?
Bersambung

Referensi
Sudirga, Ide Bagus dkk. 2007. Widya Dharma Agama Hindu. Jakarta: Ganeca Exact.
http://kamtopramono.blogspot.in/2014/06/hubungan-aksara-jawabalithailandindiada.html
http://www.bbc.co.uk/food/0/24432750

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*