Catatan hasil International Seminar on “Book Matters in Indonesia and India: Its Challenges and Potentials’’

Buku adalah aspek penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia. Peran buku tidak dapat dipisahkan dari kedua hal di atas. Buku juga berfungsi untuk memperkaya pengetahuan dan ilmu serta menemukan wacana bagi semua orang, termasuk masyarakat di India dan Indonesia.

Sebagai negara berkembang, Indonesia dan India, perlu meningkatkan Kajian literatur akademik untuk mendapatkan keunggulan, dan buku hadir menjawab tantangan tersebut.  Tapi, di satu sisi, masalah muncul karena bahasa dan kebiasaan membaca yang rendah bagi masyarakat Indonesia. Sebaliknya, India telah memulai langkah lebih maju dengan melibatkan banyak penerbit internasional untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dan meningkatkan minat baca.

Di sisi lain, Indonesia berkomitmen untuk mengejar ketertinggalan. Berkaca dari India, Indonesia ingin meningkatkan ketersediaan buku yang bermutu dengan menerapkan kebijakan baru di mana salah satu isinya yakni memberikan regulasi yang memudahkan penerbit buku internasional/ asing (seperti Cambridge University Press, Oxford University Press, dll)  sementara untuk membuka cabang mereka di Indonesia dan untuk mengatasi keterbatasan buku berbahasa asing (inggris) di Indonesia. Disamping itu, Indonesia ingin mendapatkan gambaran berdasarkan pengalaman India dalam mengatur sistem perbukuan.

Dalam dunia perbukuan, Indonesia dan India sebenarnya memiliki masalah yang sama, terutama pada masalah perlindungan dalam hak kekayaan intelektual. Banyak pembajakan terjadi di kedua negara tersebut. Hal ini dapat dikategorikan sebagai masalah serius karena mengenai pengakuan, dan kreatifitas, dan hal ini telah diatur dalam undang-undang masing-masing negara. Namun, kedua negara mengakui bahwa realitas pembajakan yang terjadi di masyarakat, masih belum dapat dihilangkan dengan sempurna, karena dipengaruhi oleh sikap dan budaya  dari pembaca tersebut, juga faktor ekonomi.

Sesama negara berkembang, masyarakat dari kedua negara tersebut menuntut harga buku terjangkau. Dalam hal ini, dipaparkan bagaimana India telah menerapkan harga yang lebih rendah, sedangkan kualitas pengetahuan maupun isi dalam buku-buku tersebut tetap berbobot. Dalam melindungi hak konsumen, India telah lama menerapkan MRP (Maksimum Retail Price) yang dicantumkan pada barang dagangan, termasuk buku, untuk melindungi komsumen dari pengecer yang menaikkan harga tinggi dan tidak wajar.

Seminar yang dibuka secara langsung oleh Duta Besar RI untuk India Bapak Rizali Inderakesuma ini mengundang pembicara dari Indonesia dan India, yaitu Bapak Ahmad Fuadi (Novelis Terkenal, dan penulis Trilogi ‘Negeri Lima Menara’), Mr MA Sikandar (Direktur National Book Trust, India), Dr Deepa Chattopadhyay (Vice-President, Publishing, Cambrdige University Press, Hyderabad), Mr Husni Syawie (Sekjen Ikatan Penerbit Indonesia, IKAPI Pusat), Atase Pendidikan KBRI New Delhi, serta Para Professor dari Universitas terkenal di India.

 

PANEL SESI PERTAMA

Ahmad Fuadi, Creative Writer ‘Negeri 5 Menara’ Novel

(Topik: Book Matters in Indonesia to build multilingual society)

  • Bercerita tentang pengalaman pribadinya, yakni ketika novelnya sendiri dibajak. AF diberi hadiah buku oleh temannya, berupa novel karyanya yang bajakan di hari ulang tahunnya.
  • AF juga cerita tentang banyak teman-temannya yang berasal dari India ketika dia kuliah di USA.
  • Orang tuanya selalu membawakan dia materi bacaan, berupa buku dan majalah.
  • Kakeknya juga melakukan hal yang sama dengan memberikan beberapa buku dari bahasa yang berbeda. Ini mendorongnya untuk belajar tentang negara-negara lain.
  • Mana yang akan datang pertama? Bilingual atau kebiasaan membaca? Kebiasaan membaca harus menjadi yang pertama.
  • 3000 penerbit dapat menghasilkan 25000 judul, sayangnya, semua buku tersebut dalam bahasa indonesia dan tidak go internasional.
  • AF Menyarankan agar Indonesia memiliki badan yang meningkatkan karya sastra di indonesia
  • Ketersediaan buku sejak masa kecil dan beberapa exposure sejak kecil akan menciptakan gejala multibahasa pada anak-anak. Buku-buku tersebut harus datang dari berbagai perspektif (bahasa yang berbeda).

 

Mr MA Sikandar,   Director, National Book Trust, India

(Topik: Contributions of National Book Trust for enriching book matters in enhancing reading habits in India)

  • MAS Memberikan masukan membuat beberapa badan/lembaga untuk meningkatkan Reading Habit.
  • India merupakan penerbit buku berbahasa Inggris terbesar ke-3 di dunia
  • Masyarakat india merupakan multilingual dan multiculture
  • Pangsa pasar buku di india 3 – 4 miliar dolar AS, dengan 600 juta pembaca
  • Bentuk buku antara lain berupa: cd dan dvd, basis data multi-media, e-book atau jurnal, portal pendidikan, dan dalam bentuk cetak.
  • Macam/ jenis penerbitan mencakup: buku untuk anak-anak, sekolah, PT, buku perdagangan / buku bacaan umum
  • Kerangka hukum penerbitan; fungsi bisnis penerbitan sesuai ketentuan pemerintah, terkait aturan pemerintah india
  • Diperlukan aturan yang relevan / hukum lainnya;
  • Pemerintah harus menggalakkan promosi buku, supaya berkembang, juga terkait copy right (hak cipta), di bawah kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  • Kebijakan nasional di bidang pendidikan; Terkait pembajakan, dan buku impor
  • Buku impor tersebut diperlukan untuk menjadi masyarakat pembaca yang multilingual,
  • Pentingnya memiliki buku cetak, kenyataan yang dihadapi terkait penjualan e-book tidak berjalan lancar (buku cetak tetap menjadi pilihan utama pembaca)
  • Mempromosikan subsidi untuk buku dan menerjemahkan sendiri buku asing  untuk meningkatkan perkembangan sastra di Indonesia

Dr. Deepa Chattopadhyay, President -Publishing. Cambridge University Press Hyderabad

(Topik: Contributions of Publishers for enriching book matters and educating people in India)

  • DC Menjelaskan tentang Bagaimana penerbit menjalankan usaha penerbitan buku secara professional
  • Penerbit harus menyadari pemangku kepentingan mereka.
  • Para pemangku kepentingan tersebut, antara lain: penulis, penerbit, distributor, pengguna / pembaca,
  • Tentang bagaimana buku diproses kemudian dilempar ke pasaran/ pembaca.
  • ISBN sebagai alat untuk melacak masalah plagiarisme
  • Di negara multibahasa seperti india, buku yang multi bahasa diperlukan. Ini akan membantu para pelajar.
  • Untuk menghindari pembajakan, check-in diperlukan secara teratur.
  • Pelatihan guru sangat diperlukan agar buku dapat dimanfaatkan secara maksimal.
  • Jika mendapati hal yang Bias dari buku, maka harus segera disensor
  • Stakeholder: Dinas pendidikan, kebijakan pemerintah, kementerian terkait dari pemerintah.

 

Husni Syawie, Sekjen IKAPI Pusat

(Topik: Contributions of Association of Indonesian Publishers on Book Matters)

  • HS Menggambarkan kondisi kebijakan buku di Indonesia, dan perlunya support dari pemerintah terkait masalah penerbitan.
  • Yang IKAPI telah lakukan selama ini untuk mempromosikan membaca dan aksesibilitas terhadap karya sastra Indonesia

 

************

Sesi Tanya Jawab:

Tanya:

Bagaimana cara terbaik menentukan harga buku? (pertanyaan Sdr. Faiz ke Mr Sikandar dan Mrs. Deepa)

Jawab:

  • Pengaturan kertas dan biaya produksi. Pengertian murah berbeda dengan yang terjangkau. Ada begitu banyak faktor, tergantung pada kondisi. Bahasa yang digunakan dalam buku tsb juga memiliki efek, harus marketable (Mr. Sikandar).
  • Kebijakan harga: Kebijakan harga harus berbeda. Para pemangku kepentingan harus menentukan dan memantau. Pertimbangan ekonomis harus yang utama. Jadi, tingkat buku menentukan status ekonomi. ( Jawaban dari Mrs Deepa).

************

Tanya:

Apakah Anda memiliki formula khusus untuk mengatasi pembajakan/ piracy? Bagaimana jika harga buku sudah sangat murah? apakah masih ada pembajakan? (Sdr. Faiz kepada Mrs Deepa)

Jawab:

  • Harga bukan satu-satunya factor/ motif pembajakan. Hal ini juga tentang pola pikir dan etika dari pembaca.
  • Buku Second hand, produksi pertama dan waktu berikutnya harus dipertimbangkan.
  • Implikasi dari e-book: masih terlalu dini untuk beralih ke e-book, karena masih begitu banyak yang belum memahami cara mengakses e-book.

 

************

Tanya:

Bagaimana dengan penjualan buku yang dilakukan CUP (Cambridge University Press)? Apakah mengalami peningkatan atau penurunan, terkait dengan budaya membeli buku second hand? (Faiz ke Mrs Deepa)

Jawab:

Ya, peningkatan kebanyakan buku akademis. Kami memiliki beberapa strategi tertentu untuk tetap menjual buku dengan efisiensi pertimbangan yang tinggi dalam mencetak. Sebagai contoh, pada tahun pertama kami akan memproduksi 5000 eksemplar, pada tahun depan, kami hanya akan memproduksi 2.000 eksemplar untuk buku yang sama.

 

***********

Tanya:

Bagaimana meningkatkan kontribusi penulis untuk menghasilkan lebih banyak buku di Indonesia? Bahkan pembayaran tidak memuaskan mereka. (Mr Naff ke IKAPI dan Ahmad fuadi)

Jawab:

  • Penulis harus membaca kontrak atau perjanjian yang jelas dengan penerbit. Pastikan bahwa kesepakatan yang baik bagi kedua belah pihak. Karena kualitas akan membawa manfaat. Jadi, agar diakui secara internasional, kita harus membuat kualitas yang lebih baik dan terbaik.
  • Tanya: beberapa penerbit mengatakan bahwa mereka membutuhkan analisis konsumen. Apakah Anda memiliki beberapa strategi untuk membuat karya kreatif anda menjadi sangat berharga? (Ahmad fuadi)
  • Pada awalnya, tidak ada strategi.
  • Strateginya adalah dengan menempatkan sesuatu yang baru dalam buku yang melayani kepentingan pembaca.

 

PANEL SESI KEDUA

 

Dr Eng Son Kuswadi, Atase Pendidikan KBRI New Delhi

(Topik: Developing reading habit of society)

  • SK menyampaikan Perlu adanya sistem dan pendekatan terhadap kebiasaan membaca, yang berhubungan juga dengan penulis, penerbit, pembaca, lingkungan, masyarakat,
  • Kebiasaan membaca/ reading habit harus didorong dengan dukungan penuh dari seluruh stakeholder
  • Dukungan dari IKAPI yang memiliki fungsi untuk mengkoordinasikan kebiasaan membaca dan lingkungan, namun dengan pertimbangan manajemen dan hal-hal anggaran
  • Perlu adanya pasal dalam undang-undang perbukuan yang harus mempertimbangkan untuk mendukung bentuk baru dari sebuah buku, yakni Buku digital/ digi-book

 

Prof Z. N Patil, Head, Dept of Training and Development , EFL University, Hyderabad

(The Roles of Textbook Writers in Enhancing Reading Habits)

  • Pada awalnya, ZNP menyampaikan tentang pentingnya buku bacaan (text books), kemudian diikuti oleh beberapa alasan mengapa orang membaca buku-buku: seperti untuk hiburan, pendidikan, untuk memahami beberapa aspek kehidupan dan untuk bekal lulus ujian. Di sisi lain, ia juga menyampaikan mengapa kebiasaan membaca menurun. Dikatakan bahwa ada begitu banyak pengaruh, antara lain: TV, internet, game ponsel, dan buku bacaan yang tidak mendidik.
  • Kemudian ZNP juga berbicara tentang jenis buku, jenis pembaca dan beberapa pandangan dari Postman dan Weingartner dan Paulo Freire. Dikatakan bahwa konsep perbankan pendidikan itu sangat berbahaya. Akibatnya, ada beberapa masalah yang muncul. Untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan buku-buku teks, buku teks haruslah mengacu pada konsep Culturally, Experimentally, and Conceptually bagi peserta didik. Selain itu, kurikulum, silabus dan juga buku teks itu sendiri harus dikoordinasikan dengan baik.

 

Prof. Pretty Kumar, Director, Center for Language and Translation Studies, Potti Sreeramulu Telugu University

(Topik:Problems in Book Matters for Academic)

  • PK Berbicara tentang Gender, di sini digunakan untuk ‘peran gender dikonstruksi secara aturan sosial, hubungan dan identitas. “Ini tidak secara otomatis mengacu pada efek diskriminasi, perlakuan yang berbeda yang tidak diinginkan atau bias dalam pemikiran orang meskipun mungkin dan sering
  • Budaya mencakup keyakinan, praktek-praktek sosial, keluarga, sekolah, struktur ekonomi dan struktur ketenagakerjaan
  • Teks-teks yang digunakan untuk presentasi adalah buku teks bahasa Inggris kelas 8 ‘English Reader digunakan sampai 2013 tahun akademik di Andhra Pradesh Inggris sekolah menengah dan digunakan kelas 8 English Textbook’ Inggris untuk Eritrea ‘digunakan di Eritrea Inggris sekolah menengah. Ini tidak termasuk bahan tambahan atau buku kerja saat ini digunakan dalam 8th grades dari tempat yang disebutkan

 

Prof. Aswini Kumar Mishra, Professor of English, Head of Department H&S, INDUR, Institute of Engineering and Technology.

(Topik: Book Matters: Present, Past, and Future)

  • Bahasa, komunikasi, persepsi dan refleksi membentuk link ke masa lalu, sekarang dan masa depan dari  sebuah buku. Perkembangan jaman semakin tak terelakkan dan tak terbendung. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bergerak maju pesat, orang tua harus hati-hati menyeimbangkan dan mengintegrasikan integrasi teknologi ke dalam kehidupan sehari-hari mereka sambil menjaga tradisi yang ada.

 

Dr. Sheba Victor, Deputy Dean, International Relations, EFL University, Hyderabad

(Book Matters in India as multilingual society)

  • SV Menyoroti mengenai mengenai hal-hal buku di India sebagai masyarakat multibahasa.
  • India dan Indonesia memiliki beberapa karakteristik umum, namun ada salah satu fitur khusus yakni kesatuan kita dalam keragaman. Kedua negara yang dijalin bersama dengan beberapa bahasa, geografi, agama dan budaya. Sayangnya, kedua negara dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi penurunan rasa toleransi. Keadaan ini dapat dirubah melalui pendidikan berbasis multikultural.
  • Pendidikan multikultural adalah ide, gerakan reformasi pendidikan, dan proses yang bertujuan untuk menciptakan kesempatan pendidikan yang sama bagi semua siswa, termasuk mereka yang berasal dari kelompok ras, etnis, dan kelas sosial yang berbeda.
  • SV Menjelaskan tentang content integration dengan penggunaan contoh dan konten dari berbagai budaya dan kelompok untuk menggambarkan konsep-konsep kunci dan isu-isu dalam subjek dan disiplin sedangkan Knowledge Construction berkaitan dengan bagaimana guru membantu siswa untuk memahami dan menyelidiki bagaimana bias, kerangka acuan, dan perspektif dalam disiplin yang mempengaruhi cara di mana pengetahuan dibangun.

 

 

PANEL SESI TERAKHIR

Sesi Terakhir merupakan Formulasi dari hasil seminar dan diskusi bedah RUU Sistem Perbukuan Indonesia. Hasil Diskusi oleh Tim dari PPI Hyderabad baik secara meeting mingguan maupun Online lewat Facebook Group dibahas disesi ini. Output dari Seminar menghasilkan “Deklarasi Hyderabad (http://ppi-india.org/deklarasi-hyderabad-hasil-dari-seminar-internasional-sistem-perbukuan-nasional-indonesia-india16-nopember-2013/)” yang akan diteruskan ke Komisi X DPR RI serta pihak-pihak terkait pembuat kebijakan tentang Perbukuan Nasional.

 

(Red. Panitia Seminar)

4 3 1 2

5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*