Belajar dan Berbagi Bahasa Inggris di India (Analisis Pendidikan)

India merupakan negara yang penduduknya mempunyai latar belakang status sosial  majemuk dan ragam bahasa berbeda-beda. Setelah dikelompokkan ada lima bahasa resmi di India. Orang-orang India di bagian utara, mereka menggunakan bahasa Hindi. Sementara di kawasan selatan, paling tidak menggunakan empat bahasa yang berbeda pula; bahasa Tamil di Tamilnadu, bahasa Telugu di Andarpradesh, bahasa Malayalam di Kerala, dan bahasa Kannada di Karnataka. Menurut data resmi pemerintah tahun 1971 terdapat 1650 bahasa ibu dan dirasionalisasi (berkurang) pada tahun 1991 menjadi 216 bahasa ibu yang terdiri dari 114 kelompok aliran genetis bahasa-bahasa di dunia (David Crystal 2001:174).

Di India, sudah dari dua abad bahasa Inggris digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti dalam bidang pendidikan, kesehatan, teknologi dan lain sebaginya. Lebih tepatnya, bahasa Inggris telah menjadi bahasa ke dua di India saat ini. Pada era global sekarang ini, orang-orang umumnya dan anak muda khususnya melihat bahasa Inggris sebagai salah satu syarat kecakapan untuk memperoleh pekerjaan di perusahaan-perusahaan yang bergengsi tidak hanya berskala nasional (India) tetapi juga multinasional (internasional). Selain mendapatkan pekerjaan yang  baik, mereka juga meyakini dengan penguasaan bahasa Inggris yang baik akan memperoleh akses pendidikan tinggi yang berkualitas seperti Indian Institute of Technology, Indian Institute of Management, Jawaharlal Nehru University dan Delhi University.

 

Model Pembelajaran

            Ada tiga model asumsi yang diterapkan dalam pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi di India. Pertama, pembelajaran bahasa Inggris harus menyenangkan dan menyeluruh.  Model pembelajaran ini digunakan terutama di sekolah dasar dan menengah. Para guru bahasa Inggris di sekolah tersebut melaksanakan pembelajaran  bahasa Inggris dengan tema dan ketrampilan bahasa yang relavan dengan usia anak didik. Metode pembelajarannya  disampaikan dengan sangat menyenangkan (fun learning) . Materi-materi yang diajarkan sangat mendorong minat anak-anak untuk membaca, menulis, misalnya, setiap  musim liburan tiba, anak-anak sekolah diberi tugas membaca buku cerita atau novel berbahasa Inggris. Mereka harus mengumpulkan ringkasan cerita pada saat mereka masuk kembali. Selain itu para guru juga menggunakan media elektronik  terutama untuk pengembangan ketrampilan interactive listening and one-way listening. Metode ini digunakan agar para siswa mempunyai pengalaman mendengarkan penutur asli bahasa Inggris. Pembelajaran bahasa Inggris diberikan secara menyeluruh ke semua sekolah (negeri dan swasta) dan semua status sosial anak bahkan sampai pada kasta terendah , Dalit.

Di perguruan tinggi, para mahasiswa lebih banyak didorong membaca buku-buku literature berbahasa Inggris, menulis makalah dan presentasi. Hampir jarang dijumpai pengajaran bahasa Inggris yang bersifat teoritis. Perguruan tinggi di India menawarkan program-program Linguistik (Linguistics) , Sastra (English) dan Pengajaran Bahasa Inggris (Teaching English as Foriegn Language) bagi para mahasiswa yang Ingin memperdalam bahasa Inggris.

Kedua, model pengajaran bahasa Inggris inklusi, para guru bahasa Inggris dalam kegiatan belajar tidak membeda-bedakan perlakuan satus sosial (kasta), agama dan latar belakang apapun para siswanya. Para guru mengajarkan bahasa Inggris dengan semangat global. Mengantarkan para siswanya menjadi lebih percaya diri dengan penguasaan  bahasa Inggris. Bahasa Inggris telah menjadi sarana berkompetisi secara sehat di pasar ekonomi India tanpa harus melihat kasta atau status sosial. Dengan kata lain, bahasa Inggris telah menjadi salah satu sarana yang paling tersedia dan tepat saat ini untuk membawa India ke pentas dunia atau sebaliknya membawa dunia ke India dengan bahasa Inggris (bring India to the world and bring the world to India through English). Saatnya menjadi setara dengan bangsa lain melalui bahasa Inggris, begitulah  kira-kira motto guru bahasa Inggris di India.

Ketiga, model pembelajaran bahasa Inggris untuk tujuan khusus. Model ini diajarkan di fakultas-fakultas non bahasa seperti fakultas teknik,ekonomi dan lain-lain. Mereka langsung membaca buku referensi berbahasa Inggris tanpa harus mengikuti matakuliah bahasa Inggris dasar. Ada beberapa kampus yang memberi matakuliah tambahan bahasa Inggris, seperti Communication Skills Lab. Materi ini bertujuan memberikan ketrampilan pada para mahasiswa untuk berkomunikasi praktis di dunia kerja seperti interview, korespondensi dan tim work.    

 

Mengakomodasi Bahasa Daerah

India sebagai negara yang kaya bahasa daerah merasa kawatir atas perkembangan bahasa Inggris yang sangat pesat di dunia dan India terutama. Bahasa Inggris bagi sebagian orang (linguist) India dilihat sebagai ancaman terhadap bahasa Hindi dan bahasa-bahasa daerah lainnya. Melihat kenyataan ini para pakar bahasa mencari antisipasi dan solusi terbaik sacara keilmuan dan praktek dalam menengelola potensi konflik bahasa tersebut. Pertama secara teori, mereka mempopulerkan istilah ‘Hindi English’ yang telah dilegitimasi masyarkat India dan masyarakat di dunia (Hindu Time, 13 October 2012). Berbicara bahasa Inggris dengan sangat fasih namun dengan campur kode dengan Hindi, dialek dan aksen India. Mereka tanpa merasa kagok atau canggung. Selain itu, pengajaran bahasa Inggris di sekolah dan perguruan di India diharuskan memasukkan kontek daerah atau memuat budaya lokal dalam pelajaran bahasa Inggris. Hal ini penting agar bahasa Inggris tidak menjadi perusak cara berfikir dan budaya lokal (asli) orang India. Karena pada prinsipnya belajar bahasa Inggris di India adalah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan di India dan sekaligus meningkatkan daya saing orang India di dunia internasional.

Kedua secara praktek, mereka menyiapkan software, media cetak, dan elektronik berbahasa Hindi, Sanskrit dan bahasa lainnya di state (provinsi) masing-masing pengguna bahasa tersebut. Anak sekolah, mahasiswa  dan para guru yang ingin belajar bahasa Hindi, Sankrit atau bahasa lainnya dapat mengaksesnya melalui media-media itu. Upacara adat dan keagamaan dilakukan dengan menggunakan bahasa daerah. Dengan begitu bahasa Hindi dan bahasa daerah lainnya tidak akan punah dengan adanya bahasa Inggris. Dengan perencaanaan bahasa dan antispasi yang baik, maka wajar anak-anak India belajar bahasa Inggris, Hindi dan bahasa daerah masing-masing dengan penuh percaya diri. Seperti yang dikatakan Chetan Bhagat (2012:119) dalam bukunya yang terbaru,What Young India Wants, ‘Hindi is our mother, English is our wife and it is possible to love both’.

Bagaimana dengan Indonesia? Dalam kontek Indonesia, secara sederhana bisa disadur menjadi bahasa daerah adalah ibu saya, bahasa Indonesia adalah bapak saya, bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya adalah saudara saya, sehingga kekayaan bahasa daerah (bahasa ibu), bahasa persatuan (Indonesia) dan bahasa asing di Indonesia menjadi tumbuh subur tanpa ada yang merasa ditinggalkan atau tumpang tindih antara yang satu dengan lainnya. semoga.

 

Courtesy: Atase Pendidikan KBRI New Delhi

 

4 comments

  1. Saiful Labilang

    akhirnya ketemu juga situs ini. gimana sih caranya belajar bahasa india??.
    saya udah lama skali nyari kamus bahasa india-indonesia tapi gak ketemu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*